Wednesday, 20 August 2014

Tetsuko Kuroyanagi, Author of Bestseller “Toto-Chan”



Bukan hanya sekadar seorang penulis, sosok ini begitu inspiratif dan memiliki andil besar terhadap dunia anak-anak. Pada tahun 1984, Tetsuko Kuroyanagi menerima kepercayaan untuk menjadi perempuan Asia pertama yang menjadi duta PBB urusan perlindungan anak, yaitu UNICEF. Jasanya yang sudah lebih dari 25 tahun membela kepentingan anak di dunia menjadikannya pantas untuk mendapatkan gelar sebagai ambassador. Hal itu tentu berkaitan erat dengan buku fenomenal miliknya, “Toto Chan” yang telah diterjemahkan ke dalam hampir 32 bahasa, yang terbit pada tahun 1981. Buku bestseller Jepang ini memiliki tokoh utama Toto-Chan yang merupakan panggilan dirinya semasa kecil. Dalam buku itu ia menyisipkan berbagai amanat penting bagi dunia pendidikan, dan itulah yang membuat buku karya penulis kelahiran Tokyo, 9 Agustus 1933 ini berbeda dari yang lain. Selain seorang penulis buku anak, Kuroyanagi juga merupakan seorang presenter talkshow, aktris Jepang internasional, dan founder dari yayasan amal “Totto”.


Text by @_nadiyahnur

Suzanne Collins with The Hunger Games Series She Has

Photo by www.wallnine.us

Terbitnya buku trilogi The Hunger Games, membuat nama Suzanne Collins terkenal dan hingga tahun 2013 kekayaannya ditaksir mencapai $20 juta. Trilogi yang termasuk ke dalam The Hunger Games milik penulis berkewarganegaraan Amerika Serikat ini adalah The Hunger Games (2008), Catching Fire (2009), dan Mockingjay (2010). Ketertarikan dirinya pada sastra menjadikan anak dari perwira Angkatan Udara AS ini sukses menerbitkan buku pertamanya Gregor the Overlander, yang merupakan buku pertama dari seri The Underland Chronicles Series, dan buku itu berhasil meraih gelar best seller di tahun 2003. Sebenarnya, perempuan kelahiran Harford, Connecticut, 10 Agustus 1962 ini mengawali karirnya sebagai penulis cerita televisi untuk program anak. Selain menjadi penulis buku, Collins juga adalah seorang penulis skenario. Penulis yang juga menekuni genre fiksi remaja dan fiksi ilmiah ini sudah mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya California Young Reader Medal yang ia dapatkan pada tahun 2011.

Text by @_nadiyahnur

Jeff Kinney, Penulis “Diary si Bocah Tengil”

Photo by famousauthor.org

Siapa yang tak mengenal buku serial Diary si Bocah Tengil? Buku-buku dengan judul “Demam Kabin”, “Kenyataan Pahit”, “Hari-hari Sial”, “Usaha Terakhir”, dan “Rodrick yang Semena-mena” adalah karya dari seorang penulis asal Amerika Serikat, Jeffry Patrick. Pria bernama pena Jeff Kinney ini bukan seorang full-time writer, melainkan adalah seorang produser eksekutif, kartunis, serta game designer. Ia menghabiskan paruh waktunya sebagai seorang penulis dan perancang game online. Kinney menyimpan minat besar terhadap anak-anak, sehingga karya yang diciptakannya tersebut mengangkat tokoh utama seorang bocah bernama Greg. Kinney juga adalah pencipta sebuah situs Poptropica. Kinney lahir 19 Februari 1971 di Maryland, dan dibesarkan di sana. Namanya pernah masuk dalam 100 daftar orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time pada tahun 2009. Tiga tahun setelahnya, Kinney mendapatkan penghargaan dari kategori buku anak-anak terbaik dalam satu dekade tepat di peringatan hari buku sedunia.


Text by @_nadiyahnur

Ralph Waldo Emerson

Photo by theatlantic.com

Ia adalah seorang penulis esai, dosen, dan juga juga penyair yang masyhur di masanya, yaitu pada di abad ke-19. Lahir sebagai putra kedua dari lima bersaudara, di Boston, Massachusetts pada 25 Mei 1803. Di usianya yang ke-14, Emerson melanjutkan sekolahnya ke Harvard. Semasa kuliah, Emerson sempat bekerja sebagai waiter, dan guru tak tetap. Penghasilannya ia gunakan untuk membayar biaya kuliah. Walaupun Emerson bukan anak paling cerdas, namun dengan bakat sastra yang ia miliki, Emerson menjadi penyair di kelasnya.

Koleksi esai pertama Emerson berjudul First Series yang dicetak pada tahun 1841. Ia mendapatkan inspirasi menulis dari berbagai ajaran filsafat. Karya-karya yang lahir dari pemikiran kritisnya kerap menjadi inspirasi bagi kawan penyair, serta penulis lainnya.  Emerson menghembuskan napas terakhirnya di Concord pada 27 April di usianya yang ke 78 tahun. Sampai ia wafat, sudah ada 4 puisi, 10 esai, dan 10 koleksi esai miliknya yang tercatat dalam sejarah kesusastraan dunia.


Text by @_nadiyahnur

Nora Roberts

Photo by theguardian.com

Eleanor Marie Robertson atau yang lebih dikenal dengan Nora Roberts adalah seorang novelis kelahiran Maryland, United States 10 Oktober 1950. Genre novel yang ditulisnya adalah suspense, fantasy, dan romance. Ibu dari 2 anak ini saat dirinya ketika mengalami badai salju pada Februari 1979. Ia tidak bisa keluar rumah selama seminggu, ia diam bersama anak-anaknya yang ketika itu berumur 3 dan 6 tahun. Ia memiliki lebih dari satu nama pena di antaranya adalah J.D – Robb, Jill Maret, Sarah Hardesty, dan Nora Roberts itu sendiri. Nora Roberts adalah orang pertama yang dilantik menjadi Romance Writers of America Hall of Fame.

Termasuk ke dalam penulis laris di Amerika, tercatat pada tahun 2013 kekayaan Nora mencapai $23 juta. Beberapa judul novelnya adalah Irish Thoroughbred(buku pertamanya di tahun 1981), Treasures(2008), Where the Heart Is(2009), dan Forever(2009). Istri dari Bruce Wilder ini termasuk penulis yang sangat produktif karena hingga kini ia telah menulis sebanyak 209 novel.

Text by @_nadiyahnur

Maya Angelou

Photo by askklife.blogspot.com

Belum lama ini, dunia sastra kehilangan salah seorang penulis kelahiran Missouri, Amerika Serikat yang lahir pada 4 April 1928. Bernama lengkap Marguerita Ann Johnson, ia menghembuskan napas terakhirnya pada 28 Mei 2014 di North Carolina, Amerika Serikat. Maya mengawali karirnya saat usianya masih 10 tahun. Hal itu didorong karena hal buruk yang sempat menimpanya, sehingga Maya lebih banyak menuangkan ceritanya pada secarik kertas. Selain menjadi seorang penulis, Maya juga mengisi waktu semasa hidupnya sebagai seorang aktris, produser, penari, dan perempuan pejuang hak asasi manusia. Maya memiliki karya terkenal berjudul I Know Why the Caged Bird Sings (1970). Selain itu, puisi berjudul “On the Pulse of Morning” juga menjadi karyanya yang fenomenal karena dibacakan pada malam inaugurasi presiden Bill Clinton. Puisi itu juga mendapatkan penghargaan Grammy  di tahun 1993. Karya terakhir yang dibuatnya sebelum ia wafat adalah Great Food All Day Long, yang dibuat pada tahun 2010.


Text by @_nadiyahnur

Mark Twain, The Greatest Writer of 19th-Century

Photo by thenation.com


Mark Twain adalah nama pena yang dimiliki Samuel Langhorne Clemens, seorang pria kelahiran Florida, Missouri, 30 November 1835. Nama Mark Twain diambil dari istilah kelautan, yang berarti “dua depa dalamnya”. Twain yang merupakan seorang penulis terbesar Amerika abad ke-19 ini mengawali karir sebagai seorang asisten juru cetak pada tahun 1847. Di tahun itu, bertepatan dengan tahun wafat ayahnya, ia memutuskan untuk berhenti sekolah dan menjadi full-time worker. Sambil bekerja, dari situ pun ia belajar menulis hingga sering mencoba mengirimkan tulisannya ke media massa. Sebelum menjadi penulis profesional, Twain sempat bekerja di dunia pertambangan. Namun, Twain merasa tidak cocok dan kembali lagi ke dunia jurnalistik. Twain sempat mengalami bangkrut saat keuangannya sedang berada di puncak. Hal itu menjadikannya putus asa, ditambah dengan wafat anaknya di tahun 1896, dan istrinya di 8 tahun kemudian. Sejak saat itu, ia berhenti berkarya sampai ajal menjemputnya pada 21 April 1910.


Text by @_nadiyahnur